728x90 AdSpace

Latest News
Friday, April 10, 2015

Mahasiswa RI di Yaman tidak perlu khawatir soal kuliah tertunda

Dampak konflik Yaman menyebabkan banyak mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah harus dipulangkan ke Tanah Air.



Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan HUkum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal menegaskan para mahasiswa yang masih bertahan di Yaman untuk segera ikut evakuasi sementara, karena pihak Kemlu telah berkonsolidasi dengan para ulama dan universitas di Yaman untuk tidak memberatkan studi mereka saat pulang sementara ke Indonesia.



"Para ulama sudah menyampaikan kerjasama persuasif dengan para rektor yang sebelumnya melarang, namun sekarang sudah mengizinkan, dan mereka tidak harus mengulang mata kuliah yang tertunda akibat kepulangan," ucapnya di kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (10/4).



Bagi mereka mahasiswa Universitas Al-Ahqaf, saat kepulangan sementara ke Indonesia mereka bisa melanjutkan ke cabang universitas di Cirebon.



"Ibu menteri luar negeri akan memfasilitasi mereka dengan pendidikan di bawah koordinasi kementrian agama," kata Lalu.



Perkembangan Kepulan WNI dari Yaman semakin menunjukkan perkembangan positif, dalam siaran persnya Mentri Luar Negri Retno L.P Marsudi menerangkan, hingga kini sebanyak 771 WNI telah tiba di Indonesia per 9 April 2015.



"Total yang sudah di Indonesia sebenarnya berjumlah 775, dengan 771 dan tambahan 4 ABK mereka pulang sendiri (di luar rombongan Kemenlu). Tetapi kalau kita lihat jumlah WNI yang sudah keluar dari Yaman berjumlah 993 orang," kata Retno di Kemenlu, (10/4).



Sebanyak 775 WNI dinyatakan sudah sampai Indonesia, 215 lainnya ada di Salalah, Oman, dan 3 WNI ada yang berkerjasama dengan Pakistan untuk pemulangan ke Indonesia.



Retno menambahkan saat ini sejumlah 889 WNI sudah siap dievakuasi, dengan rincian sebanyak 111 WNI di Aden, 58 di Sana'a, 37 di Alhudaeha, 260 di Almuqalah, dan 423 di Tarin. Menurut rencana besok juga akan ada evakuasi sebanyak 100 WNI dari Almuqalah, dan 400 dari Tarim.



Retno menjelaskan, kesulitan yang dihadapi selain keamanan yang bergejolak adalah sulitnya transportasi untuk evakuasi sehingga tidak bisa membawa rombongan sekaligus dalam satu kali perjalanan.



Sejumlah WNI akan mendarat di tanah air pada 11 April 2015, dengan ada 2 kloter pada pukul 15.15 menggunakan Qatar Airways, dan kloter selanjutnya dengan maskapai Fly Emirates.



Pada Senin 13 April nanti pasukan TNI AU akan tiba dengan membawa 90 WNI dan keesokan harinya mereka juga akan tiba dengan membawa 360 WNI dari Salalah.



Evakuasi WNI dari Aden rencananya menggunakan kapal India di Djibouti.



Baca juga:

Jemput WNI dari selatan Yaman, RI minta bantuan kapal India

Yaman semakin memanas, Kasau sebut TNI AU sulit evakuasi WNI

Dua kloter WNI di Yaman akan dipulangkan ke Tanah Air hari ini

Hari ini, pemerintah pulangkan 11 WNI di Yaman

Aksi TNI AU evakuasi 300 WNI yang terjebak di Yaman

Menlu kesulitan evakuasi 89 WNI yang masih terjebak di Yaman

Yaman kembali memanas, WNI terancam terjebak di Aden




from Merdeka.com http://ift.tt/1NYNBCE

via Iklan Baris, Berita Terbaru
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Mahasiswa RI di Yaman tidak perlu khawatir soal kuliah tertunda Rating: 5 Reviewed By: Steve Kandio