Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti
TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Tim Reserse Mobile Polresta Manado dan Intel Korem 131/Santiago langsung bergerak cepat setelah mendapat kabar pengadangan dan penikaman dua anggota TNI, Serda Rizky dan Serda Saragih, di ruas Jalan AA Maramis, Mapanget, Selasa (7/4/2015).
Dari peristiwa yang terjadi pukul 02.00 Wita tersebut, tim berhasil menangkap DAL alias Diego dan ET alias Eman, dua pemuda warga Mapanget, sekitar pukul 11.45.
Saragih bercerita, saat itu mereka berboncengan sepeda motor dalam perjalanan pulang ke Perumahan Intel TNI AD di Paniki Bawah. Mereka baru saja berpatroli di kawasan pusat Kota Manado. Saragih yang mengemudikan sepeda motor.
Di depan kawasan lapangan golf Kairagi 2, tanpa mereka sadari Diego dan Emon berboncengan sepeda motor membuntuti dari belakang dan berusaha mendekat. Sadar dibuntuti Saragih memacu lebih cepat sepeda motornya. Di tengah laju kendaraan yang cepat, Diego yang dibonceng langsung menikam pinggang Rizky.
Karena panik, Rizky tidak merasakan dirinya telah tertikam. Saragih pun tetap memacu cepat sepeda motor. Adapun Eman dan Diego menyusul kemudian mendahului dan berhenti di depan Toko Semangat Baru.
"Saat itu kami merasa sudah aman, tapi tiba-tiba begal itu berdiri di tengah jalan dan mencoba menghentikan motor kami. Karena panik, hampir saya tabrak mereka. Saya pun tidak bisa kendalikan sepeda motor dan akhirnya kami menabrak trotoar dan terjatuh," kata Saragih.
from Tribunnews.com http://ift.tt/1IIWCOC
via Iklan Baris, Teknologi
0 comments:
Post a Comment