Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah menyerukan perlunya langkah-langkah darurat setelah gelombang panas di Provinsi Sindh menewaskan hampir 700 orang.
Pada Selasa (23/06), Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan (NDMA) mengatakan telah menerima perintah dari Sharif untuk bertindak cepat menangani krisis gelombang panas.
Perintah itu datang menyusul laporan dari pejabat kesehatan Provinsi Sindh, Saeed Mangnejo, bahwa sebanyak 612 orang telah meninggal di rumah sakit pemerintah Kota Karachi dalam kurun empat hari. Adapun 80 orang lainnya dilaporkan meninggal di rumah sakit swasta.
Kebanyakan korban adalah warga lanjut usia dari keluarga berpenghasilan rendah.
Ribuan pasien juga sedang dirawat, dan sebagian besar berada dalam kondisi serius.
Pemadaman listrik
Pasukan militer sudah dikerahkan untuk membangun pusat penanganan gelombang panas di tengah suhu yang mencapai 45 derajat celsius.
Namun, upaya itu dipandang langkah yang terlambat mengingat gelombang panas telah melanda sejak empat hari lalu.
Warga memilih berdiam di rumah dan masjid untuk menghindari hawa panas.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
from Tribunnews.com http://ift.tt/1K9iaGT
via Iklan Baris, Berita Internasional, Mancanegara
0 comments:
Post a Comment