728x90 AdSpace

Latest News
Wednesday, May 13, 2015

Ahok minta Jokowi pakai sistem transfer, biar pejabat tak nyolong

Reporter : Fikri Faqih | Rabu, 13 Mei 2015 15:10

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk mentransfer biaya reses anggota DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 61 juta. Tujuannya agar mengetahui penggunaan dana dari APBD DKI Jakarta tersebut untuk apa.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, sistem tersebut telah diusulkan kepada Presiden Joko Widodo. Hal itu perlu dilakukan agar pemerintah dapat melakukan penghematan.

"Saya malah bilang ke Presiden, bila perlu seluruh Indonesia enggak ada tarik kontan. Kalau enggak ada tarik kontan negara enggak perlu cetak duit dan hemat," jelasnya di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Rabu (13/5).

Menurutnya, keuntungan juga akan dirasakan oleh pihak bank. Sebab, mereka tidak perlu khawatir akan terjadinya perampokan dan bencana. Akhirnya bank tidak perlu mengeluarkan biaya untuk asuransi.

"Terus orang bisa nyogok, karena semua duit lewat transfer bank, kelihatan duit kamu kemana saja. Kalau sekarang pakai duit tarik Rp 1 triliun terus bagi-bagi enggak ketahuan," terang mantan bupati Belitung Timur ini.

Basuki atau akrab disapa Ahok mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga akan mencanangkan kepemilikan rekening bagi seluruh warga Jakarta. Sehingga bantuan dapat diberikan secara efektif kepada warga yang membutuhkan.

"Orang Jakarta semakin miskin, dia semakin harus punya rekening bank supaya bantuan masuk. Jadi ide uang di dalam bank itu membuat pejabat enggak bisa nyogok dan nyolong," tutupnya.

[dan]

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.


from Merdeka.com http://ift.tt/1FjKWop
via Iklan Baris, Berita Terbaru
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Ahok minta Jokowi pakai sistem transfer, biar pejabat tak nyolong Rating: 5 Reviewed By: Steve Kandio