Merdeka.com - Untuk mengatasi masalah pembajakan, MIAP (Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) bersama Polda Metro Jaya, dan Asosiasi Harco Mangga dua Computer Center (HMCC) melakukan sosialisasi kepada pedagang komputer di Harco Mangga dua.
Sosialisasi ini diharapkan agar para pedagang di Harco Mangga dua ini tidak menjual produk ilegal. Meskipun, diakui Wakil Ketua Asosiasi HMCC, Eddie Liferdian Hasan saat ini penjualan produk ilegal sudah turun drastis. Maklum, Harco Mangga Dua dulu terkenal produk bajakan.
"99 persen software sudah asli. Kita juga minta insentif ke perusahaan software. Microsoft kasih pemahaman ke penjual tentang manfaat penjualan software asli hasilnya memang lebih menguntungkan," ujarnya kepada Merdeka.com saat sosialisasi berlangsung, Rabu (13/05).
Sementara menurut Direktur Kerjasama & Promosi Dirjen HKI, Kementerian Hukum dan HAM RI, Parlagutan Lubis kontribusi karya-karya intelektual termasuk software berkontribusi terhadap PDB sekitar Rp 600 triliun. "Nilai itu sebenarnya bisa kita tingkatkan lagi salah satunya ya dengan cara ini (sosialisasi penggunaan software resmi)," katanya. Ia menambahkan, karya-karya intelektual masih menjadi dambaan pemerintah untuk meningkatkan PDB.
Nyatanya, pembajakan perangkat lunak di negeri ini memang masih begitu tinggi. Berdasarkan data dari Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), 33,5 persen merupakan perangkat lunak ilegal. Tentu saja jika dibiarkan negara ini mengalami kerugian akibat kehilangan potensi pendapatan pajak tidak langsung dari penjualan perangkat lunak asli. Padahal, peraturan soal itu sudah tertuang dalam Undang-Undang Hak Cipta No. 28/ 2014.
[dzm]
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
from Merdeka.com http://ift.tt/1PicG1i
via Iklan Baris, Berita Terbaru
0 comments:
Post a Comment