Laporan Wartawan Tribunnews dari Tokyo, Richard Susilo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tiga kali masuk keluar penjara. Total sedikitnya 10 tahun berada di penjara termasuk masa penantian sebelum diputuskan pengadilan, sudah dipenjara. Semua karena tindak pidana sebagai mafia Jepang, Yakuza.
"Saya sudah melakukan semua. Mulai permintaan uang proteksi (mikajimeryo), narkoba, judi, main wanita dan sebagainya yang dilakukan kalangan Yakuza umumnya," papar Tatsuya Shindo (44), mantan Yakuza, khusus kepada Tribunnews.com di gerejanya, daerah Kawaguchi, Perfektur Saitama.
Benar, sekitar 14 tahun lalu Shindo telah keluar dari grup yang berafiliasi dengan kelompok Sumiyoshikai, Yakuza kedua terbesar setelah Yamaguchigumi, dan dia mengaku sebagai orang nomor duanya di kelompoknya saat itu.
"Saat keluar penjara di Shimane saya kembali ke rumah dan tidak kembali ke tempat Yakuza kelompok saya. Syukurlah Oyabun bisa mengerti dan saya bisa ke luar dengan baik," paparnya lagi. Oyabun adalah kepala kelompok Yakuza atau yang diseniorkan.
Meskipun demikian, Shindo sempat memotong jari kelingking kirinya karena menabrakkan mobil milik bosnya saat dia mabuk, sehingga menebus kesalahan dengan memotong jari kelingkingnya yang kiri. Biasa disebut yubitsume.
Keluar dari Yakuza langsung belajar menjadi Pendeta, lulus dan membuka gereja di Kawaguchi sejak 10 tahun lalu hingga sekarang.
from Tribunnews.com - Internasional http://ift.tt/1IHs7ZP
via Iklan Baris, Berita Internasional, Mancanegara
0 comments:
Post a Comment