728x90 AdSpace

Latest News
Wednesday, May 13, 2015

42 Anggota Ismaili Muslim Tewas Diberondong di dalam Bus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pria bersenjata yang menumpang sepeda motor, menyerang sebuah bis yang membawa anggota agama minoritas di selatan kota Karachi, Pakistan, Rabu (13/5/2015), menewaskan 42 orang dan melukai sedikitnya 20 orang lainnya.

Menurut polisi penyerang berjumlah enam orang. Mereka menggunakan pistol 9mm untuk menembaki orang-orang yang berada di dalam bus.

Salma Wahid, seorang pejabat di Rumah Sakit Medical Institute Memon di Karachi mengatakan, setelah penembakan terjadi, bus dibawa oleh aparat berwenang ke rumah sakit dengan lubang peluru nampak di sepanjang sisinya.

Sementara sebagian besar orang di dalam bus dalam keadaan tidak sadar dan berlumuran darah.

Ahmed Chinoy, Kepala Komite Hubungan Polisi Sipil di Karachi, kota terbesar dan terpadat di Pakistan mengungkapkan kendaraan itu membawa pria, wanita dan anak-anak dari komunitas Ismaili Muslim.

Ismailism merupakan satu dari sekte Syiah. Tidak seperti kelompok Syiah lainnya, Ismailiyah belum banyak dijadikan sasaran milisi bersenjata di Pakistan sebelumnya.

"Ini adalah insiden pertama dari jenisnya terhadap komunitas Ismaili," kata Zohra Yusuf, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan. "Tidak ada di skala ini belum pernah dilihat sebelumnya."

Para pria bersenjata tampaknya telah siap untuk serangan itu. Sebagian besar korban ditembak di kepala, kata Pir Muhammad Shah, pengawas senior polisi Timur Karachi.

Kelompok milisi bersenjata, Jundallah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. (CNN)

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.


from Tribunnews.com http://ift.tt/1HgswVR
via Iklan Baris, Berita Internasional, Mancanegara
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: 42 Anggota Ismaili Muslim Tewas Diberondong di dalam Bus Rating: 5 Reviewed By: Steve Kandio