TRIBUNNEWS.COM – Menurut studi yang digelar oleh Google, para generasi muda atau yang lebih dikenal dengan istilah generasi milenium tidak bisa beraktivitas tanpa ponsel pintar di tangan mereka.
Entah sekadar memeriksa email, chatting, membaca portal berita, dan sebagainya. Singkatnya, hidup mereka sangat tergantung dengan fungsi ponsel pintar.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti mengkhawatirkan. Sebab, studi terkait juga melaporkan ketergantungan generasi muda pada ponsel pintar memiliki efek samping positif, yakni mereka lebih gemar belajar masak ketimbang generasi sebelumnya.
Akses internet dan perputaran informasi yang serba cepat, memberikan dampak baik pada ranah kuliner. Hanya dengan satu klik, Anda bisa melihat, membaca, dan menyimak sejumlah cara memasak, aneka resep makanan, serta teknik masak terkini yang menarik untuk dipraktekkan.
Studi Google ini menemukan, sebanyak 95 persen orang berusia 25 hingga 34 tahun belajar masak dengan mengikuti resep lewat tablet atau ponsel pintar mereka di dapur. Lalu, mereka yang berusia di atas 35 tahun, lebih memilih mem-print resep makanan sebagai panduan memasak.
“Kami melihat pada hasil studi pendamping bahwa generasi milenium lebih hobi memasak. Mereka lebih sering memasak,” ujar Anna Conroy, Planning Director di McGarrybowen.
McGarrybowen merupakan partner agensi yang digandeng Google dan Kraft Food untuk menyelesaikan studi ini. “Memasak bukan sekadar hobi untuk mereka tapi membuahkan kemampuan dan pengalaman,” imbuhnya.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
from Tribunnews.com http://ift.tt/1IMcNh9
via Iklan Baris, Teknologi
0 comments:
Post a Comment